terangkita.com - Transformasi teknologi
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus membuka peluang
baru dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses penelitian akademik
mahasiswa. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem
Informasi STMIK TIME Medan mengikuti kegiatan bertajuk “Gemini Academy:
Metopen Hack with NotebookLM” yang merupakan bagian dari program Google
Student Ambassador (GSA) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium
Komputer STMIK TIME Medan ini menghadirkan suasana pelatihan yang interaktif
dan berbasis praktik langsung guna membantu mahasiswa memahami pemanfaatan AI
secara etis dalam dunia akademik.
Rosen, mahasiswa semester IV
Program Studi Sistem Informasi sekaligus peserta GSA 2026 yang menjadi
narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang
untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan dalam mata kuliah Metodologi Penelitian.
Menurutnya, banyak mahasiswa mengalami kesulitan ketika harus membaca dan
menganalisis jurnal ilmiah dalam jumlah besar. Oleh karena itu, melalui
pemanfaatan NotebookLM dari ekosistem Google AI, mahasiswa dapat lebih
mudah membuat ringkasan jurnal, menemukan research gap, hingga memahami
isi penelitian dengan lebih cepat melalui fitur Audio Overview. Ia juga
menekankan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan etika akademik dan
tidak digunakan untuk tindakan plagiarisme.
Kegiatan ini turut
mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Program Studi Teknik Informatika, Robet,
M.Kom., dan Ketua Program Studi Sistem Informasi, Johanes Terang Kita Perangin
Angin, S.Kom., M.TI. Dalam penyampaiannya, mereka menilai bahwa penguasaan teknologi
AI menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa di era digital saat ini. Mereka
berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif
terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu
produktivitas dan riset yang bertanggung jawab. Selain itu, kegiatan ini juga
dianggap sebagai langkah positif dalam meningkatkan budaya akademik berbasis
teknologi di lingkungan kampus.
Salah seorang peserta
kegiatan, Elpinko Hagaina Sitepu, mengaku sangat terbantu dengan adanya
pelatihan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya dirinya merasa kesulitan
memahami isi jurnal penelitian yang panjang dan kompleks. Namun setelah
mengikuti workshop, ia mulai memahami cara menggunakan NotebookLM untuk
membantu merangkum jurnal dan menemukan poin-poin penting secara lebih efisien.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang sangat relevan dengan
kebutuhan mahasiswa saat ini.
Selama kegiatan berlangsung,
peserta terlihat aktif mengikuti sesi praktik langsung menggunakan komputer di
laboratorium. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai fitur AI
yang dapat membantu proses penelitian akademik secara real-time. Suasana
pelatihan yang santai namun edukatif membuat peserta lebih mudah memahami
materi yang disampaikan. Interaksi antara narasumber dan peserta juga
berlangsung dengan antusias melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai
pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, program
GSA 2026 tidak hanya menghadirkan pelatihan teknologi, tetapi juga membangun
kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya literasi digital dan pemanfaatan AI
secara bijak. Kehadiran workshop berbasis teknologi seperti ini menjadi salah
satu bentuk nyata dukungan terhadap transformasi pendidikan tinggi yang lebih
modern, inovatif, dan selaras dengan perkembangan industri digital global.
Dengan terselenggaranya “Gemini
Academy: Metopen Hack with NotebookLM”, STMIK TIME Medan kembali
menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di
bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Diharapkan kegiatan serupa
dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mahasiswa semakin siap
menghadapi tantangan dunia akademik maupun dunia kerja di era transformasi
digital.
Viewers