terangkita.com
- Program Google Student Ambassador (GSA) 2026 kembali menjadi ajang bergengsi
bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya dalam bidang
teknologi dan kepemimpinan digital. Tahun ini, ribuan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi bersaing ketat untuk dapat lolos seleksi nasional yang sangat
kompetitif. Dalam program yang diinisiasi oleh Google ini, para peserta tidak
hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga jiwa kepemimpinan dan
kontribusi nyata bagi komunitas kampus.
Ketua
STMIK TIME, Dr. Edi Wijaya, menyampaikan rasa bangga atas capaian mahasiswa
yang berhasil lolos dalam program tersebut. Didampingi oleh Wakil Ketua Bidang
Akademik Hendri, M.Kom, serta Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Feriani Astuti
Tarigan, M.Kom., M.M., beliau menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti
nyata kualitas pendidikan dan pembinaan mahasiswa di STMIK TIME. Ia juga
berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk
terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan
juga datang dari Ketua Program Studi Teknik Informatika Robet, M.Kom., dan
Ketua Program Studi Sistem Informasi Johanes Terang Kita Perangin Angin,
S.Kom., M.Kom., Keduanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras
mahasiswa yang telah melalui berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah. Mereka
juga menegaskan komitmen program studi dalam mendukung pengembangan kompetensi
mahasiswa, khususnya dalam bidang teknologi digital, inovasi, dan kepemimpinan.
Dua
mahasiswa STMIK TIME yang berhasil menorehkan prestasi tersebut adalah Rosen,
mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester IV, dan Indra Triyono,
mahasiswa semester II. Keduanya berhasil lolos sebagai bagian dari Top 2000
nasional dalam ajang GSA 2026. Mereka menyampaikan rasa syukur dan komitmen
untuk memberikan usaha terbaik dalam mengikuti seluruh rangkaian program, serta
bertekad untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di tahap selanjutnya.
Keberhasilan
ini tidak terlepas dari dukungan lingkungan akademik yang kondusif di STMIK
TIME, yang terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan
pengembangan diri. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan
kolaborasi, mahasiswa dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan
kebutuhan industri digital saat ini, termasuk dalam pemanfaatan teknologi
kecerdasan buatan (AI).
Ajang
GSA 2026 sendiri dikenal sebagai program yang sangat selektif, dengan puluhan
ribu pendaftar dari seluruh Indonesia dan hanya sebagian kecil yang berhasil
lolos ke tahap Top 2000. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang terpilih
memiliki kualitas unggul, baik dari sisi akademik, kemampuan komunikasi, maupun
kepemimpinan dalam komunitas.
Melalui
program ini, para peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan intensif,
mentoring dari para ahli, serta kesempatan untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan program-program teknologi di lingkungan kampus. Selain itu,
mereka juga berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi digital
dan pemanfaatan teknologi secara positif di masyarakat.
Prestasi
yang diraih oleh mahasiswa STMIK TIME ini diharapkan dapat menjadi inspirasi
bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam
perkembangan teknologi. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen untuk maju,
STMIK TIME optimis dapat terus mencetak generasi muda yang siap bersaing di era
transformasi digital global.
Viewers